Parent Circle #1 by Nathan's Foundation: Yang Kami Bawa Pulang

Written by Tim Nathan's Foundation
Parent Circle #1 by Nathan's Foundation: Yang Kami Bawa Pulang

Parent Circle #1: Yang Kami Bawa Pulang

Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 15.30 WIB. Di PB&J Eatery, Jakarta Utara, dua puluh tujuh orang tua dan caregiver anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) berkumpul untuk pertemuan pertama Parent Circle — program yang digelar Nathan's Foundation.

Selama satu setengah jam berikutnya, susunannya sederhana: sesi materi singkat, waktu untuk refleksi pribadi, lalu obrolan dalam kelompok kecil. Sebagian besar dari mereka baru saling bertemu hari itu.

Kenapa Parent Circle Diadakan

Nathan's Foundation berangkat dari satu hal yang sering luput: anak tidak berkembang sendirian. Orang tua dan caregiver-lah yang mendampingi setiap hari, dan mereka juga butuh tempat untuk belajar dan dikuatkan.

Dari situlah Parent Circle dirancang, dengan tagline yang menjadi pegangannya:

A safe space for parents and caregivers of children with Autism to learn, share, and connect.

Tiga kata di ujung kalimat itu adalah tiga hal yang ingin dicapai setiap pertemuan. Learn — menambah pemahaman tentang anak, langsung dari mereka yang ahli di bidangnya. Share — punya tempat untuk bercerita tanpa takut dinilai. Connect — terhubung dengan orang tua lain yang menjalani hal serupa.

 

Ibu Adelle Odelia Tanuri, Director Nathan's Foundation, menyampaikannya saat membuka acara:

"Nathan's Foundation percaya bahwa anak berkebutuhan khusus maupun anak dengan autisme berhak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Tapi kita belajar bahwa anak-anak ini nggak bisa sendirian untuk berkembang. Kita percaya bahwa orang tua dan caregiver memiliki peran yang sangat penting, dan mereka pun perlu didampingi. Oleh karena itu, kita mengadakan Parent Circle — ruang aman untuk orang tua dan caregiver berkumpul, berbagi masalah dan cerita. Lebih dari itu, juga untuk mendapat dukungan, saling belajar, dan connect. Karena kita tidak ingin orang tua merasa sendirian dalam perjalanan ini."

 

 

Sesi sore itu dipandu oleh Dr. Isti Anindya, S.Si., M.Sc. — peneliti seputar autisme, dosen, pendiri Peduli ASD dan Komunitas Sepijar Bersama.

 

Bukan Nakal, Tapi...

Ada bagian dalam sesi Ibu Isti yang membuat banyak orang di ruangan mengangguk.

Ia menjelaskan tiga hal yang paling sering disalahpahami. Stimming — gerakan berulang seperti mengepakkan tangan, berputar, atau bergumam — adalah cara anak menenangkan diri saat kebanjiran stimulasi dari lingkungan sekitar. Ekolalia adalah kebiasaan meniru atau mengulang kata dan suara yang baru saja didengar. Meltdown adalah momen anak kehilangan kendali emosi karena kewalahan secara sensorik.

Ketiganya bukan bentuk kenakalan, dan bukan cara anak mencari perhatian.

 

 

Penjelasan sederhana itu ternyata berarti besar. Beberapa orang tua mengaku baru menyadari kenapa cara mereka menenangkan anak selama ini kurang tepat — karena selama ini yang mereka lihat adalah tantrum biasa.

Ibu Isti juga menyampaikan alasan kenapa ruang seperti ini dibutuhkan:

"Autistik itu banyak teorinya. Tapi teori adalah teori. Sedangkan pengalaman akan memberikan makna yang lebih berarti, bisa jadi dari hal yang kita anggap sepele tapi bisa jadi itu adalah solusi untuk anak autistik kita. Itu kenapa penting untuk berkomunitas dengan sesama orang tua anak-anak autistik."

 

Seorang Ayah yang Baru Memulai

Salah satu momen paling menyentuh datang dari seorang ayah yang anaknya baru saja terdiagnosis ASD.

Ia datang bukan untuk menemani istri. Ia datang karena ingin belajar: bagaimana caranya mendampingi anak dengan ASD, apa saja yang perlu ia pelajari, dan seperti apa perannya sebagai seorang ayah.

Ceritanya mengingatkan bahwa Parent Circle terbuka untuk dua kelompok sekaligus — mereka yang sudah lama menempuh jalan ini, dan mereka yang baru memulai dan masih mencari pijakan.

 

Yang Mereka Rasakan

Ruangan sore itu terasa seperti diisi orang-orang yang sudah lama saling kenal. Ibu Isti membuka dengan pertanyaan-pertanyaan reflektif, dan dari situ cerita mengalir. Satu peserta bercerita, peserta lain merasa mengalami hal yang sama.

 

 

Fia, salah satu peserta, menggambarkan apa yang ia cari:

"Sebagai orang tua anak autistik, saya merasa seringkali berjuang sendirian. Jadi saya sangat butuh dukungan komunitas dan juga sering ngobrol dengan orang tua sesama anak autistik dan juga praktisi, baik itu dari klinis maupun guru dan juga shadow teacher."

 

Cicik menceritakan apa yang ia temukan:

"Dengan adanya Nathan's Foundation's Parent Circle ini, kita merasa mendapat dukungan lebih dari lingkungan luar yang notabene ternyata banyak dan sangat mensupport aktivitas dan perkembangan anak-anak kita."

 

Dari semua feedback yang masuk ke Nathan's Foundation, satu hal berulang: mereka tidak lagi merasa sendirian.

"Merasa tervalidasi."

"Tidak merasa sendiri, dan termotivasi untuk lebih baik lagi."

"Sebelumnya sedih melihat kondisi anak, setelah sesi ini saya bahagia karena tidak sendiri dan bisa berbagi pengalaman."

"Semakin bersemangat mendampingi tumbuh kembang anak saya. Ternyata, saya nggak sendiri."

 

Seorang peserta menceritakan proses batinnya sendiri — datang dengan rasa penasaran dan penuh harap, lalu pulang membawa pemahaman baru tentang pentingnya empati dan lingkungan yang inklusif bagi tumbuh kembang anak.

 

Ibu Isti menutup sesi dengan pesan untuk semua yang hadir:

"Jika semuanya terasa berat hari ini, berbaliklah sejenak dan lihat bahwa yang berat di masa lalu sudah berhasil dilalui. Beruntungnya, hari ini kita tidak perlu menghadapinya sendiri—kita bersama, demi terwujudnya individu autistik yang bahagia."

 

Tiga Topik untuk Pertemuan Berikutnya

Masukan peserta menunjukkan tiga topik yang paling diminati untuk sesi selanjutnya: manajemen perilaku anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental orang tua.

Topik ketiga menarik untuk dicermati. Selama ini perhatian orang tua hampir selalu tertuju keluar — pada anak, terapi, dan sekolah. Munculnya kesehatan mental orang tua sebagai kebutuhan yang mereka suarakan sendiri menandakan kesadaran baru: mendampingi anak dengan autisme perlu dimulai dengan merawat diri sendiri terlebih dahulu.

 

Langkah Selanjutnya

Kesadaran itulah yang membuat Parent Circle terus dilanjutkan sebagai agenda tetap Nathan's Foundation — dirancang untuk mendampingi sekaligus memberi dukungan nyata bagi orang tua dan caregiver dalam menghadapi tantangan sehari-hari mereka.

Dua puluh tujuh orang tua datang ke PB&J Eatery sore itu dengan cerita masing-masing. Mereka pulang dengan satu hal yang sama. Dan itu yang membuat ruang seperti ini perlu terus ada.